
Sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel
Blog Kesuksesan Hidup, dalam keseharian, ketika melihat seseorang dengan tingkat
kesuksesan yang melebihi tingkat kesuksesan kita, seringkali kita, sahabat dan saya berkata, "Betapa indahnya hidup orang itu", "Pasti hidupnya bahagia", "Alangkah senangnya jika saya memiliki kesuksesan seperti dia", dan kata-kata lainnya, yang pada dasarnya menggambarkan betapa 'beruntung'-nya seseorang yang memiliki tingkat kesuksesan yang melebihi tingkat kesuksesan kita, dan betapa inginnya kita untuk memiliki kesuksesan seperti kesuksesan orang tersebut.
Sahabat, pernahkan terlintas dipikiran kita bahwa untuk mencapai kesuksesan yang mereka miliki sekarang, ada proses yang harus mereka lewati? Terbayangkah oleh kita apa yang mereka alami selama proses untuk meraih kesuksesan tersebut? Terbayangkah oleh kita seberapa besar pengorbanan atau bahkan penderitaan yang harus mereka alami selama proses tersebut?
Memang terkadang ketika kita melihat kesuksesan seseorang, kita hanya melihat hasil akhir, dan terlupakan atau tanpa terpikir oleh kita proses yang harus dilewati atau proses yang terjadi dalam pencapaian hasil tersebut.
Sebelum saya lanjutkan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena pada kesempatan kali ini saya belum bisa memenuhi janji saya untuk menulis artikel tambahan sebagai bahan Renungan kita tentang kesabaran, seperti yang saya katakan pada artikel saya sebelumnya yaitu Renungan: Arti Dari Kesabaran. Artikel tersebut akan saya tulis pada kesempatan lain. Sekali lagi saya mohon maaf.
Lanjut...
Berbicara mengenai proses, pernah sedikit saya bahas di dua artikel saya sebelumnya, yaitu: Renungan: Arti Dari Kesabaran dan Hukum Sebat Akibat. Jika ada waktu dan berkenan, silahkan sahabat baca lagi kedua artikel tersebut.
Proses, ya proses, banyak faktor yang menentukan tingkat kesuksesan kita, dan menurut saya, salah satu faktor pentingnya adalah proses, yaitu bagaimana kita menjalani proses dalam pencapaian kesuksesan kita, termasuk bagaimana cara kita berpikir, menyimpulkan, mengambil keputusan dan menyikapi setiap hal dan atau kejadian dan juga masalah yang terjadi, serta bagaimana kita memaknai dan mengambil pelajaran dari setiap hal atau kejadian yang kita alami selama proses tersebut.
Saya teringat akan sebuah Kata Bijak yang mengatakan:
"There's no elevator to success, you have to take stairs" (Tidak ada elevator untuk meraih kesuksesan, anda harus melalui tangga-tangga).
Dalam pengertian singkat, arti dari Kata Bijak diatas menurut saya adalah sebagai berikut:
Bahwa kesuksesan tidak dapat kita raih secara cepat, atau dengan kata lain, tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan. Untuk meraih kesuksesan kita harus melewati berbagai tahapan atau proses.
Berikut ini saya berikan sebuah contoh yang akan membuktikan betapa pentingnya sebuah proses.
Misalnya di kantor tempat kita bekerja, ketika kita melihat rekan kita yang memiliki jabatan lebih tinggi dari kita, kita berkata "Seandainya saya memiliki jabatan seperti dia, saya pasti akan menjadi lebih bahagia"
Pertanyaannya: Benarkah demikian? Benarkah kita akan lebih bahagia jika kita memiliki jabatan seperti rekan kita itu?
Seandainya secara tiba-tiba kita diberikan kesempatan untuk memiliki jabatan seperti rekan kita itu, apa yang akan kita lakukan? Mampukah kita melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawab dari jabatan tersebut? Berhasilkah kita?
Saya meragukan hal itu...
Begini...
Terlepas dari faktor-faktor lain, keraguan saya ini disebabkan karena ada kemungkinan, dalam menjalani proses, kita berbeda dengan rekan kita itu, dengan kata lain kita tidak memantaskan diri kita terhadap jabatan yang kita ingini melalui proses yang sudah kita lalui, sehingga pada kenyataannya, kita memang belum pantas terhadap jabatan itu.
Ingatlah sahabat...
Bahwa pada proseslah kita akan belajar tentang banyak hal yang akan membesarkan dan menguatkan diri kita, pada proseslah kita akan menentukan apakah kita pantas atau tidak terhadap keinginan yang ingin kita raih.
Kita semua berhak untuk memperoleh apapun yang kita inginkan atau kesuksesan yang ingin kita raih, asalkan kita mau memantaskan diri kita terhadap keinginan/kesuksesan itu, dan semuanya itu akan terlihat pada proses yang kita lalui.
Catatan:
Contoh ini bisa diterapkan di semua kegiatan kita, misalnya kita sebagai pelajar (karir diganti dengan juara kelas atau prestasi lain), kita sebagai mahasiswa (karir diganti dengan Indeks Prestasi atau prestasi lain) dan kegiatan-kegiatan kita lainnya.
Nah sahabatku...
Mari kita jalani proses yang sedang berjalan ini dengan selalu ber-pedoman dan melihat kedepan pada kesuksesan yang ingin kita raih, besarkan dan kuatkan diri kita melalui proses ini, sehingga pada waktunya nanti, pantaslah kita akan kesuksesan yang ingin kita raih.
Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.
Sukses Selalu,

Read More......

Sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel
Blog Kesuksesan Hidup, sebagaimana kita ketahui bahwa kesabaran merupakan salah satu faktor penting dalam meraih kesuksesan hidup. Bahkan pada tahapan tertentu, kesabaranlah yang menjadi kunci utama kesuksesan hidup kita.
Seperti judul artikel ini,
Renungan: Arti Dari Kesabaran, pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak sahabat semua untuk sama-sama memahami dan
merenungkan arti dari kesabaran dalam hubungannya dengan pencapaian hasil dalam meraih kesuksesan hidup.
Untuk membantu kita dalam memahami dan merenungkan Arti Dari Kesabaran, berikut ini saya berikan Kata-Kata Bijak dari Pak Mario Teguh:
Setiap tindakan - pasti membutuhkan sepenggal waktu tenggang antara pelaksanaan dan hasilnya. Sikap yang diperlukan untuk berlaku tenang dalam tenggang waktu itu adalah kekuatan yang biasanya kita sebut sebagai kesabaran. Itu sebabnya setiap tindakan membutuhkan kesabaran untuk sampai pada saat di mana hasil itu tercapai.
- Mario Teguh -
Kesabaran adalah kekuatan untuk berlaku tenang dalam penantian. Itu berarti, siapapun yang bisa bersabar, haruslah dia yang mengetahui dengan jelas apa yang sedang ditunggunya. Dan untuk mengetahui apa yang ditunggunya, dia harus melakukan sesuatu dengan rencana untuk mencapai satu atau dua hal tertentu.
- Mario Teguh -
Bagaimana sahabat, apakah sahabat sudah memiliki pemahaman tentang Arti Dari Kesabaran untuk bisa dijadikan sebagai bahan perenungan?
Baiklah...
Ada beberapa hal dari Kata Bijak di atas yang menurut saya perlu kita garis bawahi dalam memahami dan merenungkan Arti Dari Kesabaran, yaitu:
Pertama, kesabaran adalah kekuatan.
Hal ini saya rasa sudah cukup jelas, karena tidak semua orang bisa bersabar, sehingga orang yang bisa bersabar adalah orang yang memiliki kekuatan, yaitu kekuatan untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana hasil itu tercapai.
Kedua, kesabaran adalah faktor penting, bahkan menjadi kunci utama untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Akan selalu ada selang waktu (waktu tenggang) antara pelaksanaan dan hasil. Karena selalu ada selang waktu (waktu tenggang) antara pelaksanaan dan hasil, maka untuk sampai pada saat dimana hasil itu tercapai, kesabaran menjadi kunci utama. Artinya tanpa kesabaran usaha-usaha yang telah kita lakukan untuk memperoleh hasil akan sia-sia.
Banyak orang yang baik, bahkan sangat baik dalam usaha-usahanya namun gagal dalam meraih hasil, karena mereka tidak memiliki kesabaran.
Ketiga, seseorang bisa disebut bersabar apabila dia sedang menunggu hasil dari apa yang telah dia lakukan dengan rencana untuk mencapai hasil tersebut.
Dengan kata lain (perhatikan ini sahabat), jika seseorang tidak melakukan apa-apa, dan hanya menerima keadaan apa adanya, dia tidak bisa disebut bersabar.
Mengenai hal ini, berikut saya berikan lagi Kata Bijak dari Pak Mario Teguh:
Seseorang yang bisa berlaku tenang dalam karir dan kehidupan yang tanpa rencana - tidak bisa disebut bersabar. Dia hanya terbiasa untuk tidak merasa gelisah dalam pelemahan hidupnya.
Tidak ada-nya kegelisahan pada seseorang yang berkarir dan hidup tanpa rencana - bukanlah sebuah ketenangan, tetapi sebuah tidak-hadir-an. Dia sedang tidak hadir dalam kehidupannya sendiri.
- Mario Teguh -
Kalau kita hubungkan antara kesabaran dengan pencapaian hasil dalam meraih kesuksesan hidup, jelaslah bahwa kesabaran yang kita miliki adalah kekuatan untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana kesuksesan hidup kita tercapai. Sehingga dengan demikian, jelaslah pula bahwa usaha-usaha yang kita lakukan adalah usaha-usaha yang terencana, dan yang mengarah pada pencapaian kesuksesan hidup tersebut.
Sebenarnya masih ada hal-hal lain tentang kesabaran yang perlu kita pahami dan renungkan, namun akan panjang jika saya bahas sekarang, mungkin akan saya bahas pada artikel saya selanjutnya. Untuk sementara, saya rasa ini dulu yang menjadi bahan perenungan kita tentang Arti Dari Kesabaran.
Nah sahabat-sahabatku, dalam langkah kita meraih kesuksesan hidup, bisakah kita disebut orang yang bersabar?
Artinya, Adakah usaha-usaha yang telah kita lakukan dalam meraih kesuksesan hidup kita? Dan, adakah kekuatan kita untuk tetap berlaku tenang dalam menunggu saat dimana kesuksesan hidup kita tercapai?
Bersabarlah sahabatku...
Karena setelah usaha-usaha yang kita lakukan, kesabaranlah yang menjadi kunci utama pintu kesuksesan hidup kita...
Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.
Sukses Selalu,

Read More......

Artikel saya kali ini akan membahas tentang
Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif. Mengetahui apakah kita tergolong orang yang reaktif ataukah proaktif merupakan hal penting, yang dapat kita jadikan sebagai salah satu landasan dalam meraih
kesuksesan hidup, karena jelas bahwa tingkat
kesuksesan hidup yang akan diraih oleh orang yang reaktif dengan orang yang proaktif akan sangat jauh berbeda.
Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai Perbedaan Antara Orang Yang reaktif Dengan Proaktif, saya tetap berharap kiranya sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel
Blog Kesuksesan Hidup dalam keadaan baik serta tetap semangat dan selalu berusaha melakukan yang terbaik apapun aktivitas positif sahabat semua.
Dari referensi yang saya baca dalam hal ini adalah buku The Seven Habits Of Highly Effective People, saya berkesimpulan bahwa perbedaan mendasar antara orang yang reaktif dengan proaktif, terletak pada respon mereka terhadap setiap stimulus yang mereka terima. Respon dari orang yang reaktif terhadap setiap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka, berdasarkan perasaan. Sedangkan, respon dari orang yang proaktif merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai.
Untuk lebih jelas mengenai Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif, berikut ini saya berikan, sebut saja Ciri-Ciri Dari Orang Yang Reaktif Dan Orang Yang Proaktif.
Ciri-Ciri Orang Yang Reaktif:
- Respon dari orang yang reaktif terhadap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka. Dengan kata lain respon dari orang yang reaktif ini merupakan produk dari kondisi mereka, berdasarkan perasaan.
- Seringkali menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka.
- Dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka. Jika lingkungan sosial menurut mereka menyenangkan, merekapun akan senang, begitupun sebaliknya.
- Digerakan oleh perasaan, keadaan, kondisi dan lingkungan.
- Bahasa-bahasa reaktif: "Tidak ada yang dapat saya lakukan", "Memang sudah begitulah saya", "Saya terpaksa melakukan itu", "Seandainya saja"
Ciri-Ciri Orang Yang Proaktif:
- Respon dari orang yang proaktif terhadap stimulus merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai.
- Tidak menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka
- Tetap dipengaruhi oleh stimulus luar, namun respon mereka terhadap stimulus tersebut, sadar atau tidak sadar, didasarkan pada pilihan atau respon yang berdasarkan nilai tertentu.
- Digerakan oleh nilai-nilai yang sudah dipikirkan secara cermat, diseleksi dan dihayati
- Bahasa-bahasa proaktif: "Mari kita lihat alternatif yang kita miliki", "Saya dapat memilih pendekatan yang berbeda", "Saya akan memilih respons yang sesuai", "Saya akan"
Supaya lebih mudah memahami Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif, berikut ini saya berikan sebuah contoh yang sangat sederhana, yang mungkin sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Misalnya kita adalah seorang karyawan, mahasiswa, pelajar.
Ketika pimpinan, dosen, guru, rekan kerja atau teman-teman kita, melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, dimana hal ini tentu saja akan menciptakan suasana (kondisi) yang tidak nyaman bagi kita.
Jika kita tergolong orang yang reaktif, suasana (kondisi) yang tidak nyaman ini akan sangat mempengaruhi kualitas kita dalam beraktivitas, entah itu belajar, ataupun bekerja. Dalam hal ini kita telah merespon stimulus berdasarkan kondisi yang kita rasakan, berdasarkan perasaan.
Jika kita tergolong orang yang proaktif, suasana (kondisi) tidak nyaman ini tidak akan mempengaruhi kita atau memang akan mempengaruhi kita, namun kita tetap berpegang pada nilai tertentu. Jika nilai kita adalah belajar dan bekerja sebaik mungkin untuk menciptakan prestasi, maka apapun kondisi lingkungan yang kita hadapi, nilai ini akan selalu menjadi fokus kita. Dalam hal ini kita telah merespon stimulus berdasarkan nilai.
Bagaimana sahabatku? Apakah sahabat tergolong orang yang reaktif ataukah proaktif? Saya memiliki harapan baik bahwa sahabat semua adalah orang-orang yang proaktif.
Terakhir...
Jadilah proaktif, tetaplah berpegang pada nilai sebagai landasan dalam kita bertindak, apapun "cuaca lingkungan" atau "cuaca sosial" diluar sana, entah itu menyenangkan atau tidak.
Jangan biarkan apapun menghalangi atau mempengaruhi kita dalam menerapkan nilai.
Sebagai orang yang proaktif, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita.
Akan terasa berat memang, namun perlulah disadari bahwa itu adalah bagian dari perjuangan kita dalam meraih kesuksesan hidup.
Sebagai pedoman, Motivator dan sekaligus Renungan bagi kita, saya berikan dua Kata Bijak yang saya ambil dari buku The Seven Habits Of Higly Effective People.
Tak seorangpun dapat menyakiti anda, tanpa persetujuan anda.
- Eleanor Roosevelt -
Mereka tidak dapat merenggut harga diri kita jika kita tidak memberikannya kepada mereka.
- Gandhi -
Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.
Sukses Selalu,

Read More......

Sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel
Blog Kesuksesan Hidup bagaimana kabarnya? Masihkah ada semangat yang menyala itu? Saya berharap semoga sahabat semua tetap dalam keadaan baik, dan tetap bersemangat dalam menjalani semua aktivitas.
Artikel saya kali ini akan membahas mengenai
Hukum Sebab Akibat dan penerapannya sebagai
pedoman bagi kita dalam meraih
kesuksesan hidup.
Saya rasa sahabat semua sudah pernah atau bahkan sering mendengar yang namanya hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat ini kurang lebih bermakna segala sesuatu yang terjadi pasti disebabkan oleh suatu hal. Kalau kita aplikasikan ke dalam kehidupan kita, berarti, apa yang sedang kita alami sekarang, merupakan hasil dari apa yang telah kita lakukan di waktu lampau, begitupun, apa yang sedang kita lakukan sekarang ini, tentu akan mempengaruhi apa yang akan kita alami dimasa yang akan datang.
Hukum sebab akibat memang kelihatannya merupakan hukum alam yang sangat sederhana. Namun dibalik kesederhanaannya itu, tahukah sahabat semua, jika kita 'melanggar' hukum sebab akibat, kita akan merasakan kepahitan dan kekecewaan yang luar biasa? Yang saya maksud dengan melanggar dalam hal in adalah mengabaikan atau tidak mempedulikan.
Hukum sebab akibat sebenarnya bisa kita jadikan sebagai pedoman, dalam kita melangkah meraih kesuksesan hidup kita masing-masing. Sederhananya begini, jika kita menginginkan sebuah kesuksesan, mulailah berhitung berapa banyak tindakan atau langkah yang kita ambil setiap hari yang mengarah pada pencapaian kesuksesan tersebut, karena jelas, berdasarkan hukum sebab akibat, ini akan sangat mempengaruhi cepat lambatnya atau besar kecilnya kesuksesan yang akan kita raih.
Namun dalam memahami hukum sebab akibat sebagai pedoman kita dalam meraih kesuksesan hidup, perlulah kiranya kita sadari bahwa ada selang waktu antara sebab dan akibat, selang waktu ini biasanya di sebut sebagai proses. Kita terkadang lupa akan adanya proses ini atau terkadang kita tidak bersabar untuk melewati proses ini, sehingga ketika masalah datang mencoba menghalangi langkah kita, motivasi kita untuk meraih kesuksesan hidup menjadi berkurang, kita kemudian merasa khawatir atau bahkan putus asa. Kita tidak sadar bahwa sebenarnya masalah yang sedang kita hadapi itu, merupakan bagian dari proses dalam meraih kesuksesan hidup.
Ingat dan renungkanlah sahabat, bahwa untuk meraih kesuksesan hidup tidaklah semudah ketika kita membicarakannya, di situ akan ada perjuangan, pengorbanan, kepahitan, kesedihan, tetesan air mata... Namun sahabat juga harus memiliki harapan baik bahwa kesuksesan hidup bukanlah hal yang mustahil untuk diraih asalkan kita memantaskan diri kita untuk itu.
Dan percayalah, ketika kesuksesan hidup sudah kita raih, 'luka-luka' yang pernah kita alami selama proses untuk mencapai kesuksesan hidup itu akan hilang. Bahkan 'luka-luka' dan proses itu akan menjadi kenangan manis, yang mungkin akan membuat kita tersenyum ketika kita mengingatnya, dan yang juga akan menyempurnakan kebahagiaan dari kesuksesan hidup yang sudah dalam genggaman.
Jadi sahabatku...
Berfokuslah, arahkan tindakan, langkah dan energi kita pada kesuksesan hidup yang ingin kita raih, jangan pernah takut dengan proses yang akan kita jalani, hadapilah setiap masalah, berlakulah seperti seorang prajurit yang gagah berani yang siap maju ke medan pertempuran, dan ketika kita terjatuh, katakan pada diri kita "sahabatku ini adalah hal yang biasa".
Satu hal lagi, janganlah pernah kita melupakan Tuhan dalam setiap usaha kita, berdoalah, mintalah petunjuk dan persetujuan Dia Yang Maha Mengetahui.
Ketika kita sudah membentuk 'sebab' seperti diatas, tentulah sudah dapat kita perkirakan 'akibat' apa yang akan kita terima nantinya, dengan kata lain, kita sudah dapat memperkirakan kesuksesan hidup seperti apa yang akan kita raih.
Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.
Sukses Selalu,

Read More......

Seperti artikel sebelumnya, artikel kali ini yang berjudul
Definisi Efektivitas: Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas juga saya tulis berdasarkan sebuah buku hebat yaitu
The Seven Habits Of Highly Effective People.
Sebelum saya melanjutkan, saya berharap semoga artikel ini menjumpai sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel
Blog Kesuksesan Hidup, dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam mengayun langkah melewati setapak demi setapak perjalanan, dalam meraih
kesuksesan hidup yang selama ini dicitacitakan.
Pada saat melihat judul artikel ini, mungkin sahabat semua bertanya, apa hubungannya Definisi Efektivitas dengan Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas? Judul ini memang saya pilih berdasarkan kesimpulan saya setelah membaca buku The Seven Habits Of Highly Effective People mengenai Definisi Efektivitas, dimana dalam buku tersebut, kisah ini diangkat untuk mempermudah para pembaca dalam mengerti sebuah prinsip -- Definisi Dasar Efektivitas.
Berikut ini Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas:
Fabel ini berkisah tentang seorang petani miskin yang pada suatu hari menemukan sebutir telur emas yang berkilau disarang angsa peliharaannya. Pada mulanya ia berpikir ini pasti semacam tipuan. Tetapi, ketika ia akan membuangnya, ia berpikir-pikir lagi dan membawanya pulang untuk memeriksanya. Telur itu ternyata emas murni! Si petani tidak dapat percaya akan keberuntungannya. Ia semakin menjadi tidak percaya ketika pada hari berikutnya pengalaman tersebut berulang kembali. Hari demi hari, ia bangun dan bergegas menuju sarang dan menemukan satu lagi telur emas. Ia menjadi sangat kaya. semua ini kelihatannya seperti sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan.
Namun sewaktu ia bertambah kaya timbul pula sifat tamak dan tidak sabar. Tidak sabar menunggu hari demi hari untuk mendapatkan telur emas tersebut, akhirnya si petani memutuskan untuk membunuh sang angsa dan meraup semua telur emas itu sekaligus. Tetapi, ketika ia membuka perut angsa tersebut, ternyata kosong. Tidak ada telur emas, dan sekarang tidak ada cara untuk mendapatkan telur emas lagi. Si petani telah menghancurkan angsa yang menghasilkan telur-telur emas tersebut.
Dalam fabel di atas terlihat suatu hukum alam, suatu prinsip -- Definisi Dasar dari Efektivitas. Banyak orang melihat efektifitas pada paradigma telur emas, dimana semakin banyak kita menghasilkan, semakin banyak kita bekerja, semakin efektif kita jadinya.
Namun fabel di atas memperlihatkan bahwa efektivitas yang sebenarnya adalah suatu fungsi dari dua hal: apa yang dihasilkan atau diproduksi (telur emas) dan aset yang menghasilkan atau kapasitas produksi (angsa).
Jika kita menggunakan pola kehidupan yang berfokus pada telur emas dan mengabaikan angsanya, kita segera akan kehilangan aset yang menghasilkan telur emas. Sebaliknya, jika kita hanya mengurus angsanya tanpa memperhatikan telur emasnya, kita tidak akan memiliki persediaan yang diperlukan untuk menunjang kehidupan kita.
Efektivitas terletak dalam keseimbangan -- apa yang disebut Keseimbangan P/KP. Dimana P = Produksi hasil yang diinginkan, yaitu telur emas, dan KP = Kemampuan Produksi, kemampuan atau aset untuk menghasilkan telur emas.
Untuk lebih mudah memahami Definisi Efektivitas, saya akan berikan contoh-contoh yang sangat sederhana, yang mudah-mudahan dapat kita jadikan sebagai bahan Renungan untuk mengukur tingkat efektivitas kita.
Contoh pertama:
Kita sebagai seorang karyawan: Karena sangat termotivasi untuk mengejar karir, terkadang kita menjadi lupa untuk menjaga kesehatan kita.
Dalam hal ini: P = Karir, dan KP = Diri kita sendiri dalam hubungannya dengan kesehatan.
Tingkat persaingan di lingkungan kerja, pekerjaan yang hampir deadline, complaint dari klien, semuanya memaksa kita untuk bekerja lebih keras lagi, sehingga perlahan kesehatan kitapun terabaikan. Kalau hal ini terus dibiarkan, jelas kinerja dan produktivitas kitapun akan menurun, dan sangat masuk akal ketika pada akhirnya nanti kita bahkan akan kehilangan peluang karir itu sendiri.
Keseimbangan P/KP (Efektivitas) dalam contoh ini adalah: Kita memang harus bekerja keras untuk mengejar karir, namun kita juga jangan mengabaikan aset yang sangat berharga, yang dalam hal ini adalah kesehatan kita.
Contoh kedua:
Pada aset fisik misalnya kendaraan, atau khusus untuk sahabat blogger, misalnya komputer yang sudah bagaikan 'jantung' bagi aktivitas seorang blogger.
Dalam hal ini: P = Tujuan dan keuntungan dari penggunaan aset fisik, dan KP = Aset fisik itu sendiri.
Keseimbangan P/KP (Efektivitas) dalam contoh ini adalah: Kita memang harus mengoptimalkan penggunaan aset fisik yang kita miliki untuk mencapai tujuan dan keinginan kita, namun kita juga harus melakukan pemeliharaan yang baik dan benar terhadap aset fisik tersebut.
Nah sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, perhatikan keseimbangan P/KP (Efektivitas) sahabat semua, apapun itu, dan jadilah efektif, sehingga dengannya, saya memiliki harapan baik, 'telur emas itu akan kita peroleh setiap hari' dalam perjalanan kita meraih kesuksesan hidup.
Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.
Sukses Selalu,

Read More......