Tampilkan postingan dengan label THE SEVEN HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label THE SEVEN HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE. Tampilkan semua postingan

PERBEDAAN ANTARA ORANG YANG REAKTIF DENGAN PROAKTIF

Posted on 16 September 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan ProaktifArtikel saya kali ini akan membahas tentang Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif. Mengetahui apakah kita tergolong orang yang reaktif ataukah proaktif merupakan hal penting, yang dapat kita jadikan sebagai salah satu landasan dalam meraih kesuksesan hidup, karena jelas bahwa tingkat kesuksesan hidup yang akan diraih oleh orang yang reaktif dengan orang yang proaktif akan sangat jauh berbeda.

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai Perbedaan Antara Orang Yang reaktif Dengan Proaktif, saya tetap berharap kiranya sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup dalam keadaan baik serta tetap semangat dan selalu berusaha melakukan yang terbaik apapun aktivitas positif sahabat semua.

Dari referensi yang saya baca dalam hal ini adalah buku The Seven Habits Of Highly Effective People, saya berkesimpulan bahwa perbedaan mendasar antara orang yang reaktif dengan proaktif, terletak pada respon mereka terhadap setiap stimulus yang mereka terima. Respon dari orang yang reaktif terhadap setiap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka, berdasarkan perasaan. Sedangkan, respon dari orang yang proaktif merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai.

Untuk lebih jelas mengenai Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif, berikut ini saya berikan, sebut saja Ciri-Ciri Dari Orang Yang Reaktif Dan Orang Yang Proaktif.

Ciri-Ciri Orang Yang Reaktif:
  • Respon dari orang yang reaktif terhadap stimulus merupakan fungsi dari pengkondisian dan kondisi mereka. Dengan kata lain respon dari orang yang reaktif ini merupakan produk dari kondisi mereka, berdasarkan perasaan.
  • Seringkali menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka.
  • Dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka. Jika lingkungan sosial menurut mereka menyenangkan, merekapun akan senang, begitupun sebaliknya.
  • Digerakan oleh perasaan, keadaan, kondisi dan lingkungan.
  • Bahasa-bahasa reaktif: "Tidak ada yang dapat saya lakukan", "Memang sudah begitulah saya", "Saya terpaksa melakukan itu", "Seandainya saja"

Ciri-Ciri Orang Yang Proaktif:
  • Respon dari orang yang proaktif terhadap stimulus merupakan produk atau hasil dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai.
  • Tidak menyalahkan keadaan, kondisi dan pengkondisian untuk perilaku mereka
  • Tetap dipengaruhi oleh stimulus luar, namun respon mereka terhadap stimulus tersebut, sadar atau tidak sadar, didasarkan pada pilihan atau respon yang berdasarkan nilai tertentu.
  • Digerakan oleh nilai-nilai yang sudah dipikirkan secara cermat, diseleksi dan dihayati
  • Bahasa-bahasa proaktif: "Mari kita lihat alternatif yang kita miliki", "Saya dapat memilih pendekatan yang berbeda", "Saya akan memilih respons yang sesuai", "Saya akan"
Supaya lebih mudah memahami Perbedaan Antara Orang Yang Reaktif Dengan Proaktif, berikut ini saya berikan sebuah contoh yang sangat sederhana, yang mungkin sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Misalnya kita adalah seorang karyawan, mahasiswa, pelajar.
Ketika pimpinan, dosen, guru, rekan kerja atau teman-teman kita, melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, dimana hal ini tentu saja akan menciptakan suasana (kondisi) yang tidak nyaman bagi kita.

Jika kita tergolong orang yang reaktif, suasana (kondisi) yang tidak nyaman ini akan sangat mempengaruhi kualitas kita dalam beraktivitas, entah itu belajar, ataupun bekerja. Dalam hal ini kita telah merespon stimulus berdasarkan kondisi yang kita rasakan, berdasarkan perasaan.

Jika kita tergolong orang yang proaktif, suasana (kondisi) tidak nyaman ini tidak akan mempengaruhi kita atau memang akan mempengaruhi kita, namun kita tetap berpegang pada nilai tertentu. Jika nilai kita adalah belajar dan bekerja sebaik mungkin untuk menciptakan prestasi, maka apapun kondisi lingkungan yang kita hadapi, nilai ini akan selalu menjadi fokus kita. Dalam hal ini kita telah merespon stimulus berdasarkan nilai.

Bagaimana sahabatku? Apakah sahabat tergolong orang yang reaktif ataukah proaktif? Saya memiliki harapan baik bahwa sahabat semua adalah orang-orang yang proaktif.

Terakhir...
Jadilah proaktif, tetaplah berpegang pada nilai sebagai landasan dalam kita bertindak, apapun "cuaca lingkungan" atau "cuaca sosial" diluar sana, entah itu menyenangkan atau tidak.
Jangan biarkan apapun menghalangi atau mempengaruhi kita dalam menerapkan nilai.
Sebagai orang yang proaktif, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita.
Akan terasa berat memang, namun perlulah disadari bahwa itu adalah bagian dari perjuangan kita dalam meraih kesuksesan hidup.

Sebagai pedoman, Motivator dan sekaligus Renungan bagi kita, saya berikan dua Kata Bijak yang saya ambil dari buku The Seven Habits Of Higly Effective People.

Tak seorangpun dapat menyakiti anda, tanpa persetujuan anda.
- Eleanor Roosevelt -


Mereka tidak dapat merenggut harga diri kita jika kita tidak memberikannya kepada mereka.
- Gandhi -


Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

DEFINISI EFEKTIVITAS: KISAH SANG ANGSA DAN TELUR EMAS

Posted on 12 Agustus 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Definisi Efektivitas: Kisah Sang Angsa Dan Telur EmasSeperti artikel sebelumnya, artikel kali ini yang berjudul Definisi Efektivitas: Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas juga saya tulis berdasarkan sebuah buku hebat yaitu The Seven Habits Of Highly Effective People.

Sebelum saya melanjutkan, saya berharap semoga artikel ini menjumpai sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, dalam keadaan sehat dan tetap semangat dalam mengayun langkah melewati setapak demi setapak perjalanan, dalam meraih kesuksesan hidup yang selama ini dicitacitakan.

Pada saat melihat judul artikel ini, mungkin sahabat semua bertanya, apa hubungannya Definisi Efektivitas dengan Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas? Judul ini memang saya pilih berdasarkan kesimpulan saya setelah membaca buku The Seven Habits Of Highly Effective People mengenai Definisi Efektivitas, dimana dalam buku tersebut, kisah ini diangkat untuk mempermudah para pembaca dalam mengerti sebuah prinsip -- Definisi Dasar Efektivitas.

Berikut ini Kisah Sang Angsa Dan Telur Emas:



Fabel ini berkisah tentang seorang petani miskin yang pada suatu hari menemukan sebutir telur emas yang berkilau disarang angsa peliharaannya. Pada mulanya ia berpikir ini pasti semacam tipuan. Tetapi, ketika ia akan membuangnya, ia berpikir-pikir lagi dan membawanya pulang untuk memeriksanya. Telur itu ternyata emas murni! Si petani tidak dapat percaya akan keberuntungannya. Ia semakin menjadi tidak percaya ketika pada hari berikutnya pengalaman tersebut berulang kembali. Hari demi hari, ia bangun dan bergegas menuju sarang dan menemukan satu lagi telur emas. Ia menjadi sangat kaya. semua ini kelihatannya seperti sesuatu yang mustahil menjadi kenyataan.

Namun sewaktu ia bertambah kaya timbul pula sifat tamak dan tidak sabar. Tidak sabar menunggu hari demi hari untuk mendapatkan telur emas tersebut, akhirnya si petani memutuskan untuk membunuh sang angsa dan meraup semua telur emas itu sekaligus. Tetapi, ketika ia membuka perut angsa tersebut, ternyata kosong. Tidak ada telur emas, dan sekarang tidak ada cara untuk mendapatkan telur emas lagi. Si petani telah menghancurkan angsa yang menghasilkan telur-telur emas tersebut.



Dalam fabel di atas terlihat suatu hukum alam, suatu prinsip -- Definisi Dasar dari Efektivitas. Banyak orang melihat efektifitas pada paradigma telur emas, dimana semakin banyak kita menghasilkan, semakin banyak kita bekerja, semakin efektif kita jadinya.

Namun fabel di atas memperlihatkan bahwa efektivitas yang sebenarnya adalah suatu fungsi dari dua hal: apa yang dihasilkan atau diproduksi (telur emas) dan aset yang menghasilkan atau kapasitas produksi (angsa).

Jika kita menggunakan pola kehidupan yang berfokus pada telur emas dan mengabaikan angsanya, kita segera akan kehilangan aset yang menghasilkan telur emas. Sebaliknya, jika kita hanya mengurus angsanya tanpa memperhatikan telur emasnya, kita tidak akan memiliki persediaan yang diperlukan untuk menunjang kehidupan kita.

Efektivitas terletak dalam keseimbangan -- apa yang disebut Keseimbangan P/KP. Dimana P = Produksi hasil yang diinginkan, yaitu telur emas, dan KP = Kemampuan Produksi, kemampuan atau aset untuk menghasilkan telur emas.

Untuk lebih mudah memahami Definisi Efektivitas, saya akan berikan contoh-contoh yang sangat sederhana, yang mudah-mudahan dapat kita jadikan sebagai bahan Renungan untuk mengukur tingkat efektivitas kita.

Contoh pertama:
Kita sebagai seorang karyawan: Karena sangat termotivasi untuk mengejar karir, terkadang kita menjadi lupa untuk menjaga kesehatan kita.
Dalam hal ini: P = Karir, dan KP = Diri kita sendiri dalam hubungannya dengan kesehatan.
Tingkat persaingan di lingkungan kerja, pekerjaan yang hampir deadline, complaint dari klien, semuanya memaksa kita untuk bekerja lebih keras lagi, sehingga perlahan kesehatan kitapun terabaikan. Kalau hal ini terus dibiarkan, jelas kinerja dan produktivitas kitapun akan menurun, dan sangat masuk akal ketika pada akhirnya nanti kita bahkan akan kehilangan peluang karir itu sendiri.
Keseimbangan P/KP (Efektivitas) dalam contoh ini adalah: Kita memang harus bekerja keras untuk mengejar karir, namun kita juga jangan mengabaikan aset yang sangat berharga, yang dalam hal ini adalah kesehatan kita.

Contoh kedua:
Pada aset fisik misalnya kendaraan, atau khusus untuk sahabat blogger, misalnya komputer yang sudah bagaikan 'jantung' bagi aktivitas seorang blogger.
Dalam hal ini: P = Tujuan dan keuntungan dari penggunaan aset fisik, dan KP = Aset fisik itu sendiri.
Keseimbangan P/KP (Efektivitas) dalam contoh ini adalah: Kita memang harus mengoptimalkan penggunaan aset fisik yang kita miliki untuk mencapai tujuan dan keinginan kita, namun kita juga harus melakukan pemeliharaan yang baik dan benar terhadap aset fisik tersebut.

Nah sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, perhatikan keseimbangan P/KP (Efektivitas) sahabat semua, apapun itu, dan jadilah efektif, sehingga dengannya, saya memiliki harapan baik, 'telur emas itu akan kita peroleh setiap hari' dalam perjalanan kita meraih kesuksesan hidup.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIASAAN

Posted on 28 Juli 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi KebiasaanSahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, apa kabarnya? Semoga semuanya baik-baik saja dan tetap semangat dalam menjalani semua aktivitas.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membicarakan mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan, yang tentunya sangat penting untuk kita ketahui, sehingga dengannya, kita dapat membangun kebiasaan-kebiasaan positif dan efektif guna menyegerakan langkah, dan memantaskan diri kita menjadi pribadi sukses dalam meraih kesuksesan hidup yang kita cita-citakan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan ini, saya simpulkan dari sebuah buku hebat yang berjudul The Seven Habits Of Highly Effective People.
Berikut ini Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan:
  • Pengetahuan
  • Ketrampilan
  • Keinginan
Sebelum saya lanjutkan, perlu diketahui bahwa dalam buku The Seven Habits Of Highly Effective People, sebenarnya tidak dikatakan secara langsung bahwa Pengetahuan, Ketrampilan dan Keinginan merupakan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan, sekali lagi saya tekankan, ini hanya merupakan kesimpulan saya sendiri.

Berikut saya berikan 2 kutipan sederhana dari buku The Seven Habits Of Highly Effective People, yang juga menjadi bagian dari landasan penarikan kesimpulan saya, yang mungkin dapat membantu sahabat semua dalam memahami kesimpulan saya tersebut.
"...kita akan mendefinisikan kebiasaan sebagai titik pertemuan dari pengetahuan, ketrampilan dan keinginan."
"Agar sesuatu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup kita, kita harus mempunyai ketiga hal ini."
Keterangan:
Yang dimaksud 'ketiga hal ini' dari kutipan yang kedua di atas adalah Pengetahuan, Ketrampilan, Keinginan.

Baiklah, sekarang saya akan memberikan pengertian singkat dari masing-masing Faktor Yang Mempengaruhi Kebiasaan.
Pengetahuan
Yang dimaksud Pengetahuan disini adalah paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa.
Ketrampilan
Yang dimaksud Ketrampilan disini adalah bagaimana melakukan.
Keinginan
Yang dimaksud Keinginan disini adalah motivasi, keinginan untuk melakukan.

Jadi, untuk membangun sebuah kebiasaan, langkah-langkahnya secara garis besar, adalah sebagai berikut:

Pertama
Kita harus memiliki pengetahuan tentang tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan untuk membangun suatu kebiasaaan dan mengapa kita melakukan tindakan-tindakan tersebut dalam hubungannya dengan kebiasaan yang akan kita bangun (Pengetahuan).

Kedua
Langkah selanjutnya adalah mencari tahu bagaimana cara kita melakukan tindakan-tindakan yang telah kita ketahui pada langkah pertama (Ketrampilan).

Ketiga
Setelah langkah pertama dan kedua selesai, dalam artian kita telah mengetahui tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan dan mengapa kita melakukan tindakan tersebut, serta bagaimana kita melakukannya, langkah selanjutnya (menurut saya, ini yang terberat) adalah membangkitkan motivasi dalam diri kita, sehingga menimbulkan keinginan untuk mewujudkan tindakan-tindakan tersebut (Keinginan).

Nah, sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, mudah-mudahan artikel ini dapat membantu kita semua dalam membangun kebiasaan-kebiasaan positif dan efektif, guna menunjang segala aktivitas, dalam langkah-langkah kita untuk meraih kesuksesan hidup.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

THE SEVEN HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE

Posted on 02 Mei 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Saya rasa anda semua sudah pernah membaca atau setidaknya mendengar tentang The Seven Habits of Highly Effective People.

Jika anda belum pernah membaca atau anda belum mempunyai buku tentang The Seven Habits of Highly Effective People, atau bagi anda yang sudah pernah membaca, namun anda ingin merefresh lagi ingatan anda, berikut akan saya beritahukan dimana anda dapat memperoleh artikel-artikel dan ringkasan mengenai buku hebat tersebut.

Anda bisa membaca artikel-artikel tentang The Seven Habits Of Effective People, pada dua artikel berikut ini:
  • The Seven Habits Of Effective People. Artikel ini dalam bahasa Inggris, untuk membaca silahkan click disini.
  • Summary of Stevphen R. Covey's The Seven Habits Of Effective People. Artikel ini dalam bahasa Inggris, untuk membaca silahkan click disini.
Anda bisa juga mendownload artikel tentang The Seven Habits Of Effetive People, pada:
  • Ringkasan Padat Seven Habits Of Effective Highly People. Artikel ini dalam bahasa Indonesia, untuk mendownload silahkan click disini.
Setelah anda mendownload, membaca atau setidaknya merefresh ingatan anda tentang The Seven Habits Of Effective Highly People, jika sekiranya ada yang perlu didiskusikan dengan saya, atau ada yang ingin memberikan pendapat tentang ringkasan tersebut, silahkan berikan komentar anda, dan akan kita diskusikan di blog ini.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......
MARIO TEGUH CORNER - KATA BIJAK DAN MOTIVASI MARIO TEGUH

NILAI MEREKA BAGI ANDA HANYA SETINGGI PENGHORMATAN ANDA KEPADA MEREKA.
NILAI DARI SETIAP PRIBADI DALAM KEHIDUPAN ANDA, ADALAH NILAI DARI KEHIDUPAN ANDA.
JANGANLAH HANYA HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI
ANDA AKAN MUDAH TERPEROSOK DALAM KESEDIHAN DAN KEPUTUS-ASAAN, JIKA YANG ANDA PIKIRKAN HANYA DIRI ANDA SENDIRI
(MARIO TEGUH - ANDA HANYA MENJADI SIAP UNTUK HAL-HAL YANG ANDA SIAPKAN)
ADVERTISEMENT AREA


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape