MASALAH DAN TARGET KEBERHASILAN

Posted on 25 Juni 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Masalah Dan Target KeberhasilanSeperti yang saya katakan pada artikel saya sebelumnya, bahwa khusus untuk poin ke empat dari kesimpulan saya tentang masalah, akan saya bahas secara terpisah.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai poin keempat tersebut, dimana pada poin itu saya mengatakan bahwa:
"Ketika kita sedang dalam perjalanan untuk mencapai target-target keberhasilan kita, besar kecilnya masalah yang datang akan berbeda tergantung dari besar kecilnya target keberhasilan kita tersebut".

Pernahkah sahabat-sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup merasakan perbedaan terhadap masalah yang dihadapi pada masing-masing target keberhasilan yang ingin kita capai? Maksud saya, ketika target keberhasilan kita besar, maka masalah yang kita hadapi juga besar, sebaliknya, ketika target keberhasilan kita kecil atau biasa-biasa saja, masalah yang kita hadapipun biasa-biasa saja.
Sederhananya, hubungan antara masalah dengan target keberhasilan adalah berbanding lurus.

Sebelum saya melanjutkan pembahasan ini, sekedar mengingatkan, bahwa dibalik setiap keberhasilan pasti ada tanggung jawab yang mengikutinya... Ya, ada tanggung jawab dari masing-masing tingkat keberhasilan kita, baik itu tanggung jawab kita kepada Tuhan, maupun tanggung jawab kita kepada sesama manusia.
Sama halnya dengan hubungan antara masalah dengan target keberhasilan, hubungan antara keberhasilan dengan tanggung jawab juga berbanding lurus, artinya semakin besar keberhasilan yang kita raih, semakin besar pula tanggung jawab yang dibebankan kepada kita, dan sebaliknya.

Nah, dari uraian diatas, saya memiliki harapan baik, bahwa sahabat sudah memiliki sedikit gambaran atau bahkan kesimpulan sendiri mengenai artikel saya ini.

Baiklah, menurut saya begini...
Berfokus pada 4 faktor berikut, yaitu: target keberhasilan, masalah, keberhasilan, dan tanggung jawab, kesimpulan dari artikel saya kali ini adalah:

  • Ketika kita sedang dalam perjalanan untuk mencapai target-target keberhasilan, kehadiran masalah sebenarnya hanya untuk menguji kepantasan kita untuk memikul tanggung jawab dari keberhasilan yang akan diraih tersebut.
  • Besar kecilnya masalah yang dihadapi dalam pencapaian target-target keberhasilan, juga menunjukkan besar kecilnya tanggung jawab dari sebuah keberhasilan.
  • Ketika kita gagal dalam mengatasi masalah, itu menunjukkan bahwa sebenarnya kita belum pantas memikul tanggung jawab dari sebuah keberhasilan.

Tapi sahabat tidak perlu khawatir, berfokus pada empat faktor diatas, pantas atau tidaknya kita memikul tanggung jawab dari sebuah keberhasilan, atau dengan kata lain, pantas atau tidaknya kita akan sebuah keberhasilan, semuanya tergantung kita, apakah kita sudah menjadi orang yang efektif dalam menghadapi setiap masalah atau belum. Ini sangat penting. Untuk mengetahui hal ini, jika sahabat berkenan, silahkan baca kembali artikel saya tentang masalah.

Terakhir...
Jadilah efektif dan pantaskan diri kita untuk memikul tanggung jawab dari sebuah keberhasilan, sehingga pantaslah kita akan keberhasilan itu sendiri.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi sahabat semua.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

TENTANG MASALAH

Posted on 14 Juni 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Tentang MasalahSetiap kita manusia pasti pernah mengalami masalah. Saya, sahabat-sahabat blogger, para pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, semuanya... sekali lagi, kita semua pasti pernah mengalami yang namanya masalah. Ya masalah, sesuatu yang mungkin ingin sekali kita hindari. Bahkan seandainya kita diberi kekuatan atau kuasa untuk menghilangkan masalah-masalah dalam perjalanan hidup kita ini, pasti masalah-masalah tersebut sudah sejak lama kita hilangkan.

Pada artikel saya kali ini, saya akan mengemukakan beberapa pendapat saya Tentang Masalah, yang merupakan kesimpulan saya sendiri dari beberapa literatur yang pernah saya baca dan sudah saya cocokkan dengan pengalaman saya pribadi. Artinya apakah yang saya baca dari literatur-literatur tersebut memang benar-benar terjadi dan pernah saya rasakan.

Kesimpulan saya tentang masalah adalah sebagai berikut:

Pertama.
Masalah hadir sebagai 'pembawa pesan' yang memberitahukan bahwa kita telah melakukan kesalahan atau kekeliruan.

Orang-orang yang efektif selalu berusaha untuk menghindari masalah, namun ketika masalah memang sudah benar-benar ada dihadapan mereka, pertanyaan-pertanyaan bijak akan mereka tanyakan kepada diri mereka sendiri, "Apakah saya sudah melakukan kesalahan?", "Apa yang salah dengan tindakan saya sebelumnya?", "Apa yang harus saya lakukan untuk segera memperbaiki kesalahan saya tersebut?"
Sementara di sisi yang lain, ada sebagian orang yang mengabaikan pesan itu.

Kedua.
Bersamaan dengan pesan yang disampaikan (poin 1 diatas), masalah juga sebenarnya hadir sebagai pengingat, bahwa kalau kesalahan tersebut tidak segera kita perbaiki, pasti kita akan terpuruk lebih jauh lagi ke dalam masalah yang lebih besar, yang pastinya akan semakin memperlambat laju gerak kita dalam meraih kesuksesan hidup yang kita impikan.

Orang-orang yang efektif tentu sudah sangat paham dengan hal ini, namun tidaklah demikian dengan sebagian orang yang mengabaikan pesan yang telah disampaikan. Mereka mengabaikan pesan tersebut, yang mengakibatkan mereka semakin terpuruk lebih jauh. Dan ketika mereka sudah benar-benar berada dalam masalah yang lebih besar, mereka menjadi sangat khawatir dan sering mengeluh "Mengapa masalah ini menjadi semakin besar?", "Mengapa masalah tiada hentinya menghampiri saya?", "Betapa malangnya nasib saya ini" dan masih banyak lagi keluhan-keluhan lainnya.

Ketiga.
Masalah, kalau bisa saya sebut adalah sebagai Agent of Change.
Agent of Change? ya, masalah adalah Agent of Change, karena ada kemungkinan hanya dengan masalah seseorang bisa berubah.

Mengenai hal ini, saya ambil contoh sederhana dalam pekerjaan dan karir.
Kapan kita memperbaiki kinerja kita di kantor?
Kemungkinan besar ketika kita mendapat SP (Surat Peringatan) dari perusahaan bahwa dengan kinerja kita yang sekarang, tidak lama lagi kita akan di PHK.

Memang seringkali kita menjadi lebih bijaksana ketika masalah itu datang dan menyebabkan keadaan semakin memburuk, ini dikarenakan, kita mendapat pelajaran-pelajaran yang sangat berharga dari keadaan yang semakin memburuk tersebut. Ketika masalah itu hadir, memang akan terasa sangat menyakitkan, namun justru dari masalah itulah, kita seringkali memperoleh banyak pelajaran berharga.

Keempat.
Ketika kita sedang dalam perjalanan untuk mencapai target-target keberhasilan kita, besar kecilnya masalah yang datang akan berbeda tergantung dari besar kecilnya target keberhasilan kita tersebut.

Untuk poin yang ke 4 ini, akan saya bahas terpisah, pada artikel saya selanjutnya.

Nah, sahabat-sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, perhatikanlah keputusan-keputusan yang sahabat ambil, ketika sahabat berhadapan dengan masalah.
Mudah-mudahan Saya memiliki harapan baik bahwa sahabat semua adalah termasuk kelompok orang-orang yang efektif dalam menghadapi setiap masalah yang datang menghampiri.

Sebelum saya mengakhiri pembahasan saya Tentang Masalah, berikut ini akan saya berikan Kata-Kata Bijak, yang mungkin bisa dijadikan sebagai Renungan dan sekaligus sebagai Motivator bagi kita semua.

Layang-layang terbang tinggi dengan menentang angin bukan mengikutinya.
- Winston Churchill -


Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan menggiurkan -- namun aku akan terpaksa menolak, karena dengan begitu, aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan.
- Allyson Jones -


Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

YAKIN = MENGABAIKAN ?

Posted on 02 Juni 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Yakin = Mengabaikan ?Heran melihat judul artikel saya kali ini? Artikel ini saya buat setelah saya menyaksikan program Pak Mario Teguh melalui salah satu stasiun TV swasta.
Pada kesempatan itu, diantara berbagai Renungan, Motivator dan Kata-Kata Bijak yang biasanya Beliau bagikan, ada ungkapan Beliau yang menurut saya sangat menarik, dan yang kemudian mengajak saya untuk berpikir.

Ungkapan Beliau tersebut kurang lebih seperti ini:
"Jangan biasakan mengucapkan kata saya yakin, lebih baik kalau kita menggantinya dengan ucapan, saya memiliki harapan baik".

Kenapa demikian?

Menurut Beliau, kalau kita berkata 'saya yakin', sebenarnya kita sudah mengabaikan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi dalam sebuah proses pencapaian sebuah keberhasilan.
Sedangkan kalau kita berkata, 'saya memiliki harapan baik' sebenarnya ucapan itu sudah merupakan sebuah doa yang kita panjatkan.

Benar-benar hebat ya Pak Mario... Sebelumnya saya tidak pernah mendengar ataupun membaca ungkapan seperti ini.
Tapi, memang benar, saya setuju dengan ungkapan tersebut. Bagaimana dengan anda?

Baiklah, saya akan menjelaskan alasan kenapa saya setuju dengan ungkapan Pak Mario Teguh tersebut.
Menurut pendapat saya, sekali lagi ini hanya menurut pendapat saya, kalau anda ingin mendengar pendapat atau penjelasan lebih lanjut dari Pak Mario mengenai ungkapan Beliau tersebut, silahkan tanya sendiri...hihihi...

Lanjut...
Menurut pendapat saya begini:
Biasanya kalau kita sudah yakin akan sesuatu, memang seringkali secara tidak sadar kita telah mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menghalangi atau bahkan menggagalkan apa yang telah kita yakini tersebut. Atau, kalaupun kita sadar bahwa akan ada sesuatu yang menghalangi dan bahkan menggagalkan rencana dan tindakan kita, biasanya kita lebih memilih untuk mengabaikan pikiran-pikiran itu, atau meskipun kita memikirkannya, kita tidak akan bisa atau tidak akan mampu berhitung dengan cermat.

Jika ada pertanyaan:
Bukankah keyakinan itu dapat membangkitkan semangat dan energi yang luar biasa sehingga dapat memacu kita untuk menyegerakan tindakan kita dalam pencapaian keberhasilan?

Jawabannya adalah:
Ya memang benar, tapi hati-hati, justru seringkali semangat dan energi yang luar biasa itulah yang 'memaksa' kita untuk mengabaikan pikiran-pikiran, yang sebenarnya ada untuk mengingatkan kita tentang berbagai kemungkinan yang mungkin saja terjadi, dan yang jelas pikiran-pikiran tersebut sangat berguna untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan langkah kita dalam pencapaian sebuah keberhasilan.

Jika ada pertanyaan lagi:
Bukankah dengan adanya semangat dan energi luar biasa yang ditimbulkan oleh keyakinan, membuat kita mampu menghadapi segala kemungkinan buruk yang dapat menghalangi dan bahkan menggagalkan rencana dan tindakan kita?

Itu mungkin saja benar, tapi coba simak dan jawab pertanyaan berikut ini:
Apa yang akan kita lakukan ketika kemungkinan buruk itu sudah benar-benar ada didepan mata dan siap menggagalkan rencana dan tindakan kita?

Oke, kita akan menyelesaikan semua kemungkinan buruk yang sudah benar-benar ada didepan mata dan siap menggagalkan rencana dan tindakan kita tersebut.
Tapi... Bagaimana caranya?
Maksud saya, efektifkah tindakan kita tersebut?
Bukankah sebelumnya kita tidak terlalu memperhitungkan kemungkinan buruk itu, karena kita sudah yakin bahwa kita akan berhasil?

Baiklah... Jadi, kemungkinan besar kita akan menyelesaikan semua kemungkinan buruk itu dengan cara 'sebisanya' atau 'ala kadarnya'.
Ya, dengan cara 'sebisanya' atau 'ala kadarnya'... Kira-kira apa yang akan terjadi?
Apakah kita dapat meraih keberhasilan seperti yang kita harapankan? Puaskah kita dengan pencapaian itu?.... Maaf, dengan sangat menyesal saya mengatakan TIDAK!!!.....

Jadi kesimpulan untuk artikel saya kali ini adalah:
Yakin terhadap keberhasilan suatu hal memang merupakan sikap yang sangat positif, seperti manfaat yang telah saya uraikan diatas, bahwa keyakinan bisa membangkitkan semangat dan energi yang luar biasa. Namun yang perlu kita lakukan untuk menyikapi hadirnya keyakinan adalah, dengan sebaik mungkin mengendalikan efek dari keyakinan itu, jangan sampai semangat dan energi yang luar biasa yang hadir karena adanya keyakinan akan keberhasilan suatu hal, 'memaksa' kita untuk mengenyampingkan akal pikiran dan logika kita dalam menghitung kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi dalam perjalanan kita meraih keberhasilan.

Satu hal lagi:
Mengenai ungkapan Pak Mario Teguh tentang ucapan: 'saya memiliki harapan baik', biarlah ucapan itu benar-benar menjadi doa yang kita panjatkan ditengah-tengah usaha dan tindakan terbaik di setiap langkah perjalanan kita, dalam mencapai keberhasilan-keberhasilan untuk mewujudkan kesuksesan hidup.

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

HOW FULL IS YOUR BUCKET ?

Posted on 19 Mei 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | How Full Is Your Bucket ?Buku "How Full Is Your Bucket ?" merupakan salah satu buku koleksi saya, karangan TOM RATH dan DONALDO O. CLIFTON, Ph.D. yang diterbitkan oleh PT. Transmedia.
Buku ini saya dapatkan sebagai hadiah, ketika saya memenangkan quiz di salah satu stasiun radio swasta.

Sahabat blogger dan pembaca setia artikel-artikel Blog Kesuksesan Hidup, pada artikel kali ini, saya akan mencoba menceritakan kembali sebagian isi dari buku "How Full Is Your Bucket ?" dan juga sedikit pengalaman saya dengan buku hebat ini.

Keseluruhan isi dari buku ini didasarkan pada sebuah teori yaitu Teori Ciduk Dan Ember.

Dalam teori ini masing-masing dari kita diibaratkan memiliki ember yang tak tampak. Ember tersebut secara terus menerus dikosongkan dan diisi kembali, tergantung dari perkataan dan perbuatan orang lain terhadap kita. Ketika ember kita penuh, kita akan merasa sangat baik. Sebaliknnya ketika ember kita kosong, kita akan merasa buruk.

Selain memiliki ember, masing-masing dari kita juga memiliki sebuah ciduk yang tak tampak. Ketika kita menggunakan ciduk itu untuk mengisi ember orang lain melalui perkataan dan perbuatan kita yang dapat menambah emosi positif orang tersebut, sebenarnya kita juga sudah mengisi ember kita sendiri. Namun, ketika kita menggunakan ciduk tersebut untuk mengambil dari ember orang lain melalui perkataan dan perbuatan kita yang dapat mengurangi energi positif orang tersebut, sebenarnya kita juga telah mengurangi isi ember milik kita sendiri.

Menurut saya, buku ini merupakan sebuah buku hebat yang membahas hal-hal yang benar-benar sangat bersentuhan dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan, setelah saya membaca buku ini, ada semacam 'aturan' baru bagi saya dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dimanapun saya berada.

Saya punya sedikit pengalaman yang masih ada hubungannya dengan buku ini.
Begini:
Saya pernah menceritakan isi buku ini kepada seorang sahabat, kemudian, beberapa kali kami mendiskusikannya, sampai kami benar-benar paham tentang apa maksud dan pesan yang coba disampaikan melalui buku ini.
Pada suatu hari, ketika saya secara tidak sengaja menyakitinya, sahabat saya ini mengirimkan saya sms, yang benar-benar membuat saya tersadar dan mengerti kenapa perasaan saya belakangan ini terasa gelisah.... dan sms inilah jawaban dari semuanya. Sebuah sms singkat yang bunyinya "Vicky sahabatku, tidakkah kau juga merasa sakit ketika kau ciduk emberku?". Saat itu juga saya langsung tersadar... Saya mengerti dan menemukan jawaban dari semua kegelisahan saya, bahwa kegelisahan itu ada karena saya telah menciduk ember sahabat saya dan dengan demikian sayapun telah menciduk ember saya sendiri.

Benar-benar merupakan sebuah pengalaman sederhana namun sangat 'revolusioner' dalam diri saya.

Yang terjadi kemudian pada saya dan sahabat saya ini hanyalah rasa yang ingin selalu menjaga perbuatan dan perkataan kami satu sama lain.

Karena...

Ketika sahabat saya merasa sakit akibat perbuatan dan perkataan saya, sayapun akan merasakan hal yang sama. Begitupun kalau sahabat saya menyakiti saya, sahabat sayapun akan merasakan sakit yang sama seperti yang saya rasakan.

Demikian pula...

Ketika sahabat saya bahagia karena perbuatan dan perkataan saya kepadanya, sayapun akan merasakan kebahagiaan yang sama seperti yang dirasakan sahabat saya. Dan ketika sahabat saya melakukan perbuatan dan mengeluarkan perkataan yang membahagiakan saya, kebahagiaan yang sama juga akan dirasakan sahabat saya ini.

Bayangkan jika ini terjadi pada setiap hubungan manusia dengan sesamanya... mungkin tidak ada yang namanya perang, penjajahan, kekerasan, penindasan dan hal-hal lain, yang dilakukan manusia yang dapat menyakiti sesamanya.... Sungguh indah ya...

Begitulah...
Setelah saya membaca dan merenungi isi buku ini, ada satu pelajaran yang sangat luar biasa dan berharga yang saya dapatkan, yaitu:

Bahwa segala sesuatu yang dirasakan oleh orang lain melalui perbuatan dan perkataan kita, sebenarnya seperti itu jugalah yang akan kita rasakan.

Inilah yang saya sebut sebelumnya sebagai 'aturan' baru bagi saya dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, dimanapun saya berada.

Jadi sahabatku, berbuat dan berkatalah dengan baik terhadap sesamamu. Karena kebaikan yang samalah yang akan engkau dapatkan.

How Full Is Your Bucket Today ?

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......

KAMPANYE, SANDIWARA-SANDIWARA POLITIK MUSIMAN

Posted on 09 Mei 2009 by Blog Kesuksesan Hidup

Blog Kesuksesan Hidup | Kampanye, Sandiwara-Sandiwara Politik MusimanSebenarnya artikel ini agak terlambat untuk diposting, karena seperti kita ketahui bahwa pemilu untuk memilih anggota DPR dan DPD telah selesai. Namun tidak mengapa, karena saat inipun sebenarnya kita sedang menjelang pemilu untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, jadi saya rasa artikel ini masih cukup relevan untuk saya posting di Blog Kesuksesan Hidup.

Baiklah, tanpa berbicara panjang lebar lagi, saya akan langsung menguraikan artikel saya kali ini, yang saya beri judul "KAMPANYE, SANDIWARA-SANDIWARA POLITIK MUSIMAN"

Artikel ini saya tulis, saat saya sedang menyaksikan kembali sandiwara-sandiwara politik musiman partai-partai dan para elit politiknya.
Kenapa saya katakan demikian? karena memang setiap musim kampanye yaitu setiap 5 tahun sekali, seperti sekarang ini, banyak partai dan para elit politiknya memainkan berbagai sandiwara politik yang tujuan akhirnya tentu saja untuk memenangkan pemilu, atau bagi partai-partai kecil dan partai-partai baru, sandiwara politik ini minimal untuk meningkatkan perolehan suara bagi partai mereka, untuk meningkatkan bargaining power mereka, ketika mereka mengadakan negosiasi politik dengan partai lain dalam sebuah koalisi.

Maksud saya dengan sandiwara politik adalah:
Kepurapuraan yang ditunjukkan oleh partai dan para elit politik selama masa kampanye dengan melakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkan rasa hormat dan menarik simpati masyarakat, yang bertujuan untuk memenangkan pemilu atau minimal untuk meningkatkan perolehan suara.

Jadi, pada setiap kampanye, bukanlah sebuah keajaiban ketika kita melihat banyak partai dan para elit politik yang berhati malaikat dan bertindak bak seorang dewa penolong.

Berbagai kegiatan diselenggarakan terutama kegiatan-kegiatan yang berbau sosial, mulai dari perbaikan dan pemeliharaan lingkungan, pengobatan gratis, penjualan sembako murah atau adapula pembagian secara cuma-cuma, panggung hiburan rakyat, sumbangan-sumbangan, baik kepada individu maupun kepada organisasi-organisasi sosial yang tumbuh dan berkembang dimasyarakat, serta kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Melihat semuanya itu, sebuah pertanyaan kemudian muncul dalam pikiran saya:
Tidakkah partai dan para elit politknya sadar dan berpikir bahwa untuk menumbuhkan rasa hormat dan menarik simpati masyarakat memerlukan proses yang panjang dan memakan waktu lama?

Tapi, kalau memang pada kenyataannya masing-masing partai dan para elit politiknya berpikir sebaliknya, memang tidak mengapa, itu hak mereka, hanya saja kemungkinan besar hasil yang akan mereka peroleh dari apa yang sudah mereka lakukan selama kampanye, dalam hal pengorbanan waktu, tenaga dan biaya, tidak akan maksimal seperti apa yang mereka harapkan atau bahkan akan sangat bertolak belakang dengan harapan mereka tersebut. Itu semua adalah konsekwensi logis yang harus mereka sadari dan terima. Merasa kecewa ketika hasil pemilu tidak seperti yang diharapkan? wajarlah, tapi sekali lagi, itulah konsekwensi logisnya.

Memang bisa saja kampanye dijadikan sebuah event untuk menumbuhkan rasa hormat dan menarik simpati masyarakat, sebagai salah satu bagian penting dari proses pemenangan pemilu atau untuk meningkatkan perolehan suara. Tapi, semua itu bisa terjadi ketika masing-masing partai dan para elit politiknya secara konsisten dan berkesinambungan telah dan sedang menjalankan misi sesuai dengan visi partai yang tentu saja berpihak kepada rakyat. Karena apabila hal itu tidak terjadi dan tidak dirasakan oleh masyarakat, maka hasil akhirnya pasti hanyalah kekecewaan.

Bagi saya, sebenarnya kampanye cukup dijadikan sebagai pengingat tentang visi dan misi partai, tentang apa yang secara konsisten dan berkesinambungan, telah dan sedang mereka perjuangkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara, selebihnya tidak perlu atau bisa saja, tapi hanya sebagai pelengkap. Sekali lagi hanya sebagai pelengkap.

Masyarakat Indonesia, bersiaplah karena panggung sandiwara politik season 2 akan segera dimulai... dan dari situasi politik yang berkembang belakangan ini, menurut pengamatan saya, kemungkinan besar akan ada panggung sandiwara politik season 3, artinya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden kemungkinan besar akan melewati 2 putaran.

Jadi, bijaklah dalam menentukan pilihan anda, pilihlah pemimpin yang memiliki visi untuk menjadikan bangsa ini lebih baik dan maju, sehingga dengan visi tersebut, pemimpin ini akan menjalankan misinya berupa kebijakan-kebijakan yang selalu mngedepankan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, bangsa dan negara. Dan juga, pilihlah pemimpin yang sudah teruji keberpihakannya terhadap rakyat kecil, dan bukan seorang pemimpin yang pandai bersandiwara, yang menunjukkan sikap yang tidak sepantasnya ditunjukkan oleh seorang pemimpin, apalagi seorang pemimpin negara, sebesar negara kita Indonesia.

Tentukan pilihan anda dan selamat menyontreng...

Demikian artikel saya kali ini, semoga memberikan manfaat yang positif bagi anda.
Terima Kasih.


Sukses Selalu,

Blog Kesuksesan Hidup

Read More......
MARIO TEGUH CORNER - KATA BIJAK DAN MOTIVASI MARIO TEGUH

NILAI MEREKA BAGI ANDA HANYA SETINGGI PENGHORMATAN ANDA KEPADA MEREKA.
NILAI DARI SETIAP PRIBADI DALAM KEHIDUPAN ANDA, ADALAH NILAI DARI KEHIDUPAN ANDA.
JANGANLAH HANYA HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI
ANDA AKAN MUDAH TERPEROSOK DALAM KESEDIHAN DAN KEPUTUS-ASAAN, JIKA YANG ANDA PIKIRKAN HANYA DIRI ANDA SENDIRI
(MARIO TEGUH - ANDA HANYA MENJADI SIAP UNTUK HAL-HAL YANG ANDA SIAPKAN)
ADVERTISEMENT AREA


Page copy protected against web site content infringement by Copyscape